Jajanan Bergengsi di Komplek Putra

Setiap hari santri membeli jajanan. mulai dari yang ukuran kecil, sedang maupun besar. sampai-sampai mie ayam, soto, dsb pun dianggap jajanan. Seringnya santri membeli jajan menimbulkan rasa betah berada di pedagang sebelum uang habis. uang 10rb pun tak terasa banyak bagi penggila jajanan. tak heran penyakit khasnya santri adalah mag, karena santri mengedepankan jajan daripada makan pokok. santripun tak bisa disalahkan sepenuhnya. jika dilihat dari catering, makanan yang disediakannya tidak menarik nafsu makan mereka. Menyangkut semua itu apakah santri menyadari akan jarangnya peminat bakso? bakso yang hanya senilai 5rb rupiah sering terlihat kosong oleh pembeli. hal ini bisa dimungkinkan dari harganya yang mahal. namun apakah 5rb terlalu mahal bagi santri? padahal mereka sering hijrah dari satu pedagang ke pedagang lain. ini juga bisa dimungkinkan dari pembayaran secara tunai (5rb) yang menimbulkan teman dari si pembeli berucap “wuidih…”, kata-kata yang tidak mengenakan hati.