Mana Yang Kurang?

Mana yang kurang ? Tanya seorang motivator dengan suara lantang sambil menampilkan sederet angka 1,3,5,7,8,0

Angka 2 yang kurang

Angka 4 tidak ada

A ngka 6 juga belum ada

Angka 9 juga . Jawab beberapa peserta seminar sambil berebut mengajungkan tangan untuk menunjukkan beberapa angka yang tidak ada dalam deretan tersebut. Tidak ada yang kurang ! jawab motivator penuh semangat. Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa kurang atau tidak itu relative, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Dan untuk menutupi kekurangan tersebut kita tidak harus keluar untuk mencarinya, karena kita bisa menciptakan apa yang belum ada dari apa yang sudah kita miliki. Contoh untuk memperoleh angka 2, kita boleh mengambil angka 5 dan 3 untuk dikurang, atau untuk memperoleh angka 9 kita juga bisa menjumlahkan angka 6 dan 3. Hakikatnya Kita bisa menggunakan apa saja yang sudah kita miliki untuk melengkapi kekeruangan yang masih ada dalam diri . Kurang atau lebih tidak usah ditangisi dan diratapi, justru kekurangan harus bisa menjadikan kita lebih kreatif untuk memikirkan pemenuhannya.

Cerita diatas sebenarnya mengajarkan kita bahwa semua yang ada didunia ini adalah relatife, bisa dilihat dari sisi yang berbeda, tergantung dengan apa kita membandingkanya.

Seorang santri akan merasa bangga jika melihat teman-temanya memperoleh nilai mata pelajaran tertentu lebih rendah daripada nilainya, Ia pun bisa minder jika ternyata nilainya lebih kecil dibanding kawan santri lainnya.

Seekor kucing akan terlihat lebih besar jika dibandingkan dengan tikus, dan akan terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan singa. Betul?

Pada prinsipnya semua benda yang ada di muka bumi ini akan terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan yang besar, begitupun sebaliknya.

Oleh karena jika kita ingin terus merasa kurang lihatlah keatas, dan jika anda ingin merasa lebih lihatlah ke bawah.

Namun demikian, apapun yang kita peroleh saat ini, bersyukurlah !!! Dengan begitu kita akan tetep optipimis dengan segala potensi yang kita miliki untuk menginjakkan kaki di pelabuhan impian-impian besar kita. “Selamat berkarya dengan kekurangan anda.”