Tukar Masalah

Setiap manusia yang lahir dimuka bumi sudah barang tentu ia tidak akan terlepas dari masalah. Masing-masing sudah diberikan porsinya dengan takaran yang sangat pas, tidak kurang tidak lebih. Namun, sebagian besar umat manusia belum bisa memahami dan menghadapi masalah dengan bijak. Terkadang masalah yang sejatinya sepele bisa membengkak karna ketidak mampuannya dalam menuntaskan persoalan hidup yang dihadapinya, tak jarang keluh kesahpun terus mengalir hingga tak sedikit yang mengalami gangguan kejiwaan.  

 
Pernah tidak ketika anda tertimpa masalah lalu berkata “ya Tuhan, kenapa saya diuji seperti ini, tapi temen saya kok enggak, padahal sama-sama anak SMA, kyaknya saya pengen jadi dia aja ya Tuhaaan”.
 
Gimana? pernah? apa sering?
 
Baiklah saya akan coba menggugah mindset anda dengan secuil kisah yang mudah-mudahan bertuah.
 
Kisah kali ini masih berkutat seputar Motivator dengan peserta seminarnya.
 
Dalam sebuah pelatihan, Sang motivator sengaja membuat permainan yang sederhana namun sarat makna. Kali ini semua peserta diminta untuk menuliskan satu masalah terberat yang sedang mereka alami diatas kertas, selang beberapa menit semua pesertapun telah rampung menuliskan masalah terberatnya, lalu mereka lipat kertas itu membentuk pesawat terbang kertas, untuk ahirnya diterbangkan didalam ruangan itu.
 
Setelah semuanya dipastikan menerbangkan pesawat terbang kertasnya dan berhasil ditangkap oleh peserta lainnya, Sang motivator meminta para peserta untuk membacakan isi kertas yang sudah mereka tangkap secara acak.
 
Dan taukah anda masing – masing orang ternyata mempunyai beragam masalah yang persis tidak sama. ada yang menulis
 
 “masalah paling berat bagi saya adalah  saya di dera sakit yang tak kunjung sembuh”.
“hidup saya tidak tenang dikejar-kejar rentenir”
“Anak saya luar biasa nakalnya sehingga sering sekali membuat warga sekitar terusik”
“Saya selalu dijauhi teman-teman saya dengan alasan yang tidak jelas”
“suami saya selingkuh dengan salah satu mahasiswanya sampe hamil” dan masih banyak lagi.
 
Setelah  semua peserta dipastikan sudah membaca kertas yang ada ditanganya, Sang motivator lantas bertanya kepada seluruh mereka yang hadir dengan suara lantang “maukah anda bertukar masalah dengan rekan anda?”.
Dengan wajah tertegun dan memelas semua kompak menjawab “tidak pak..!!!, ternyata masalah orang lain lebih berat daripada masalah yang saya hadapi.
 
Semoga kita tercerahkan dan tersadarkan bahwa tidak satupun manusia yang diberikan masalah oleh Tuhannya diluar batas kemampuan mereka. Ini indikasi bahwa sejatinya kita mampu mengatasi masalah asal kita mau bersabar dan berusaha sekuat tenaga. YAKINLAH ALLAH TIDAK SEKALI KALI MEMBERIKAN BEBAN DILUAR BATAS KEMAMPUAN KITA. camkan itu…!!!