Asal Perpecahan Agama

Pada jaman dahulu agama yang di bawa oleh para nabi itu benar, di dalam Al-Quran dijelaskan agama para nabi yaitu Islam.  Namun karena faktor manusia itu sendiri, maka ajaran yang sudah diturunkan bersamaan dengan beberapa kitab dari Allah SWT itu selalu diubah oleh manusianya sendiri. Akhirnya menyimpang jauh dari apa yang telah di tentukan oleh Allah melalui kitab-kitab tersebut, dan harusnya itu disadari oleh umat muslim didunia ini bahwa Islam adalah agama yang tua dan hak, benar. Nabi Ibrahim yang dikenal sebagai bapak dari para nabi beragama Islam, sebagai ayah dari para nabi, beliau telah menamakan umatnya dengan sebutan muslimin. Nabi Musa, Nabi Sulaiman semua beragama Islam.

Seiring berkembangnya manusia, agama Islam mulai diduakan. Pada jamannya nabi Isa alaihituwassalam, ada golongan yang menolak datangnya ajaran yang dibawa oleh nabi Isa alaihutuwassalam, mereka adalah Bani Isra’il. Mereka masih memegang erat kepercayaan yang dianut dari nabi Musa dan kitab taurat, sehingga menentang adanya ajaran dan kitab baru, Isa dan Injil. Nama yahudi sendiri diambil dari nama putra nabi Ya’kub, Yahuda. Semakin kesini, agama yahudi tidak lagi benar-benar patuh terhadap ajaran Musa, mereka tidak menyebut adanya hari kiamat, akhirat, dan pembalasan berbentuk pahala. Mereka meyakini diri sebagai agama yang istimewa, satu-satunya agama yang terpilih di muka bumi ini, yang pantas memimpin dunia. Bahkan mereka mayakini jika mereka ini tercipta dari unsur-unsur Allah sedang yang bukan pemeluk yahudi mereka yakini tercipta dari tanah setan yang najis.

Kemudian, ketika munculnya nabi terakhir, nabi Muhammad SAW pemeluk ajaran nabi Isa dan kitab Injil tidak mau memeluk agama yang dibawa Rasulullah. Seperti halnya Yahudi, nasranipun sama semakin kesini ajarannya semakin melenceng jauh dari ajaran awal yang dibawa para nabi. Nama nasrani sendiri berasal dari nama kota Nazaret sebuah kota kecil dimana Yesus berasal, dari Nazaret itu menjadi nasroni.

Pluralisme dinegeri ini di junjung tinggi karena kita termasuk negara pancasila bukan negara Islam seperti Arab sana. Walaupun kita hidup berdampingan dengan lain agama kita tidak boleh menganggap mereka benar, kita tetap menghormati mereka tapi Islam ini adalah satu-satunya agama yang hak. Buktinya sudah diterangkan dengan gamblang di dalam kitab suci Al-Qur’an, taurat, injil telah di terangkan akan datang seorang nabi terakhir dan ciri-ciri lainnya yaitu nabi Muhammad SAW, namun mereka menyelewengkannya.

Ini asal muasal adanya perpecahan agama, karena munculnya agama yang tidak lagi menganut sumber aslinya. Yang di selewengkan oleh umat-umatnya, sehingga menjadi salah kaprah.