Selamat Tahun Baru 2014

Benda, M2net-Bunyi kembang api mulai terdengar saling beradu meriah diluar sana, sementara puluhan santri putra dan putri masih duduk takdim mendengarkan penjelasan Kyai kehormatan mereka mendhawuh. Beberapa ada yang saling tengok dan tersenyum menepuk pundak kawan disampingnya untuk sekedar saling menyemangati. Itulah sekelumit gambaran yang selalu tanpak dipondok pesantren Al-Hikmah 2 atau bahkan pondok pesantren lain.

Ditangah hiruk pikuk kota yang  gemerlap akan gampita tahun baru, aktifitas Al-Hikmah 2 tetap berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang istimewa apalagi sampai terdengar pengajian dipending gara-gara malam tahun baru.  Itu hal yang amat mustahil terjadi bagi mereka. Bagi mereka tahun baru hanyalah anggapan bahwa besok mereka harus mulai mengganti tanggal dipojok buku tulis dengan tahun 2014. Karena memang tidak ada yang mereka lakukan untuk menyikapi datangnya tahun baru seperti yang kebanyakan anak muda lakukan diluar sana.

Jika apa yang dikatakan pengasuh pondok beserta pengurus yang manyatakan bahwa “haram hukumnya merayakan tahun baru bagi santri” sudah ditangguhkan, otomatis ultimatum itulah yang akan mereka pegang sekuat hati, Walaupun ada beberapa yang menyesalkan diri karena tidak dapat berpartisispasi merayakan tahun baru diluar pondok. Bagi mereka sami’na waatho’na pada Kyai lebih penting dari apapun juga.

Pada dasarnya ,larangan merayakan tahun baru bagi santri tidak serta merta keluar tanpa dalil. Seperti yang sudah tersebut dalam nash Al-Qur’an bahwa haram hukumnya  merayakan sesuatu (termasuk tahun baru) layaknya yang kaum kafir lakukan, paradigm bahwa perayaan tahun baru hanya berisi pesta pora tahun baru yang negative lebih dapat dinalar oleh seluruh kalangan baik itu muslim atau pun non-muslim. Itulah sebabnya banyak komponen terutama kerabar pondok melarang keras perayaan tahun baru seperti yang sudah menjadi adat kebiasaan warga Indonesia.

“Tahun baruan dimasjid sama gusti Allah, nyuwun ngapuro sama perlindungan…. Wong tahun baru itu tidak harus dirayakan dengan  huru hara seperti orang diluar kok, sikapi dan rayakan tahun baru dengan aktifitas yag lebih bermanfaat.” Begitulah kurang  lebihnya petuah yang dapat disimpulkan dari larangan para Kyai pondok ini. Memnag benar jika dilogis, jika tahun baru-an dapat dilakukan dengan melakukan hal yang bermanfaat tentu saja momentum ini akan terkenang sepanjang masa, malah mungkin saja dengan ngiras-ngirus hal yang demikian dapat menjadikan berkah ditahun yang baru datang tersebut.

Hal yang mengelitik, jika menyentil sedikit perbincangan beberapa santri putrid yang malah merayakan tahun baru dnegan mengangkut pasir dari halam luar keasrama pondok, tetu saja akan terbesit rasa sadar.

“Ya inilah….saya Cuma ngarep ridhonya Gusti Allah, kadang lucu ya…. Tahun baruan kok ngangkutin pasir.”ucap salah seorang santri kepada temanya yang terlihat bersemangat membawa ember berisi pasir untuk pembangunan asrama pondok putri.

Pada dasarnya, apapun yang kita lakukan untuk menyambut dan merayakan tahun baru, selama itu positive, maka bukan menjadi masalah dan suatu keburukan untuk dilakukan. Pada akhirnya, kami tim Malhikdua.sch.id mengucapkan Selamat tahun baru 2014, semoga ditahun yang semakin dewasa ini, bangsa Indonesia bisatumbuh menjadi bangsa yang lebih berkredibilitas tinggi.

(WH)