Abah Yasin: Banyak perbedaan di Haul kali ini dengan haul sebelumnya

Benda,M2Net-Abah Yasin ynang merupakan salah satu pengampu fiqih kepesantrenan memaparkan argumentnya tentang haul abah ke-3 dan kehidupanya saat diwawancarai di ruanganya (25/10).
Reporter: “Assalamu’alaikum abah !”
Abah : “ Waalaikumsalam.”
Reporter: “Sebelumnya maaf mengganggu bah,Kami dari M2Net boleh minta waktunya sebentar untuk wawancara ?”
Abah : “Ya. . boleh boleh.”
Reporter : “ Apa perbedaan haul kali ini dengan tahun sebelumnya menurut abah ?”
Abah : “Yah. . yang jelas ada bedanya.Jadi apa yang kurang di Haul ke-1 disempurnakan di Haul ke-2 Dst.Beberapa diantara perbedaanya yaitu :
1. Semua Dewa guru dari setiap sekolah diikutseratakan ikut berpartisipasi.Ada yang menjadi pentam atau bahkan langsung terjun ke dapur dan sebagainya. Sementara tahun kemarin tidak,Hanya beberapa guru yang sukarelawan membantu saja.

2. Haul kali ini para santri putri di tempatkan di Workshoip Aliyah, Sementara tahun kemarin ditempatkan di gedung MMA yang sekarang dijadikan Wisma(penginapan).

3. Dulu untuk tamu undangan itu disediakan prasmanan, Sementara sekarang dengan tok makan.
4. Haul kali ini dipajang bebrapa foto abah disekitar area al hikmh, Sememntara tahun kemarain tidak.
5. Dari setiap guru menyumbang Finansial (apa adany). Itupun atas kesadaran mereka sendiri.
Reporter: “Apa makna Haul menurut abah ?”
Abah :“ Dengan adanya Haul ini, Saya jadi mengenang jasa-jasa beliau Yang pad giliranya perlu ditindak lanjuti untuk ditiru atau dilakukan oleh pegasuh ataupun santri sendiri.
Repoprter: “Apa perbedaan pondok ini dilihat dari santrinya bah ?”
Abah : “Yah. . jelas sekali ada, Dulu santrui dengan yang namanya ngaj itu kesadaran,jadi mereka itu yang membutuhkan ilmmu, Sementara sekatrang mereka mau berangkat jika ada absenya, Itupun hanya seksedar mengisi absen lalu entah mereka mengobrol sendiri-sendiri saat tengah diterangkan. Itu yang saya lihat dari ngaji yang saya ampu sendiri.
Kedua,Dulu santrri itu dengan yang namanya ro’an, Mereka salinnng berebut bagi mendapat durian runtuh, Dimanapun iti,di ponok ataupun di sekolah.Mereka tidk peduli itu sampah kotor atau tidak,yang mereka pikkirkan adalah berkah. Jadi tingjkat mebncari ridho guru itu tinggi. Sementara sekarang,Mereka bahkan menghindari ro’an, Apalagi ro’an pondfok atau sekolah, roan lemari sendiri saja kadang malas.
Ketiga, Dulu santri itu selalu SAM’AN WWATHOATAN meskipun kadang irrasional,Tapi mereka tetep melakuukanya karena itu perintsh guru,Karena mereka tahu perintah guru itu semua baik tanpa terkecuali. Sementara santri sekarang, Meskipun itu perintah guru seklalipun, Serba mereka rasionalkan terlebih dahulu,Mungkin bisa dibilang cerdas karena selalu menggunakan otak, Tapi cerdas yang salah.
Reporter: “ Kalau dilihat dari segi keamanan sendiri bagaimana bah ?”
Abah : “ Yah. . dulu itu tidak ada yang namanya satpam 24 jam,tapi toh pondok aman-aman saja.
Reporter: “Bagaimana dengan liburan santri ?”
Abah : “ Maslah libur itu tidak jauh berbeda, Daulu juga pernah libur 2 kali setahun,Baru akhir-akhir ini saja libur sekali setahun.
Reporter: “ Kalau dari segi ngaji bagaimana bah , apakah ada yang kurang ?”
Abah : “ Mungkin kalau ngaji sentral masih sama, Bedanya dulu tiap pagi itu ngaji jalalen lalu dilanjut dengan sarah Ibnu Aqil,itupun bagi siswa SLTA saja.Sementara sekarang Ibnu Aqil sudah tidak ada,hanyaa jalalain yang tetap lestari. Dulu juga setiap tingkat akhir SLTA ada ngaji Ihya yang diampu oleh abah sendiri, Sementara sekarang jika kita ingin ikut ngaji Ihya harus lanjut ke Ma’ad Aly dulu.
Reporter: “ Apa yang abah lakukan jika sedang kangen dengan abah yai ?”
Abah : “Yah. . bagi saya abah itu msih ada,beliau masih ada disini.Masalah kangen itu manusiawi, Biasanya saya selalu tawasul pada beliau meskipun hanya alfatihah. Tapi saya juga sering bertemu beliau lewat mimpi, isinyapun beragam sesuai kondisi yang sedang terjadi. Biasaya saya setelah mimpi menceritaknya kepada keluarga pondok, Seperti pak Sulhi.Itulah yang menjadikan saya menganggap abah masih ada disini bersama kita.
reporter: “ Apa yang paling berkesan selama bersama denagan abah yai?”
Abah : “ Yah. . dulu saya masih menjadi pendamping pengurus pondok, Saya menampung berbagai keluhan pengurus yang lalu saya bicarkan dengan abah empat mata, Mugkin tidak semua orang bisa merasakanya.
Reporter: “ Pesan apa yang paling membekas di hati abah ?”
Abah : “ Dulu beliau selalu berpesan “ Apa yang menurut anda baik, maka lakukanlah .” Beliau juga berpesan saat curhat empat mata dengan saya “ Jika ada orang yang tidak suka dengan kita, Kita jangan mengoment perkataan mereka, Kerena dengan itu kita tidak akan bisa bekerja.”
Reporter: “ Bagaimana sosok abah yai dimata abah ?”
Abah : “ Bagi saya abah itu segalanya, Perhatian beliau itu melebihi orang tua saya,Saya dibimbing beliau dari MTS sampai detik ini.Bahkan sampai akhir hayatpun saya masih menjalankan wasiat beliau.

(SA/NJ)

Tags: