Abah Masruri : “Sumpel Pacurane”

Benda, M2net – Ketokohan Abah Yai Masruri telah diakui berbagai kalangan. K.H ‘Abdul Hamid, santri senior Al-Hikmah 2 (periode 1969-1978) menuturkan kesaksiannya mengenai hal tersebut dalam acara “Pembahasan Sejarah Hidup Abah” (13/10) yang di pandu oleh Gus Najib (K.H Najib Afandi).

Ketika Pak Hamid masih menimba ilmu di Pon. Pes Al-Hikmah 2 dulu, Abah Yai pernah ditemui oleh ketua BIN (Badan intelijen Negera). Pucuk pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang intelijen ini mempunyai maksud untuk meminta  nasehat mengenai cara mengatasi konflik akibat munculnya aliran Ahmadiyah. Jika BIN melarang segala kegiatan aliran yang diprekarsai oleh Mirza Ghulam Ahmad ini maka sama saja BIN melangggar HAM, jika tak dibubarkan maka akan terjadi konflik di sana-sini yang akan tentunya merugikan berbagai pihak.

Abah Yai hanya memberi satu kalimat nasehat : “sumpel pancurane” (sumbat pancuran nya -red). Kalimat itu ditelaah dengan baik oleh sang pimpinan BIN. Dia akhirnya paham bahwa maksud dawuh Abah adalah : “persulit pergerakan Ahmadiyah.

Kemudian ketua BIN tersebut mengusulkan dawuh Abah tersebut kepada DPR RI. Dengan esensi dawuh Abah tersebut lahirlah SKB 3 Menteri, Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri (Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri).

(RIS)