Pengeras Suara Saat Ramadhan

 

Benda,M2net-Ramadan sebagai bulan yang penuh kebajikan (hikmah) untuk dijadikan media instropeksi diri bagi muslim. Ibadah Ramadan dilipatgandakan pahalanya bila penuh ikhlas (nihil tendensi pada manusia)(10/6).

Tetapi menurut KH.Mukhlas Hasyim MA pengasuh pon-pes al-hikmah 2  ada hal yang perlu dievaluasi, khususnya penggunaan pengeras suara dalam ibadah.

Berdasarkan Instruksi Dirjen Bimas Islam Kemenag tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala, pengeras suara tatkala tadarus Alquran (seusai shalat tarwih) dan tarkhim (tatkala sahur) menggunakan pengeras suara ke dalam (suara speaker di dalam tempat ibadah, tak terpublikasi secara luas).

“Sebagai warga yang taat ulil amri (pemerintah), instruksi untuk dipatuhi sebagai muslim yang taat beragama. Di sisi lain, penggunaan speaker yang suaranya terekspos ke luar, rentan sifat dan sikap ampreh dipuja sesama, tak ikhlas bagi si pembaca, meski kadang berdalih syiar, dalih yang dipaksakan,” kata dia.

Kondisi kini, masyarakat terbiasa ibadah Ramadan di tempat ibadah, majelis taklim, dan di rumah masing-masing tanpa terekspos pada publik sebagai tanda ikhlas.

Hal ini perlu menyadari bahwa penggunaan speaker bila tak terkendali lebih banyak madlorot (sisi negatif) karena banyaknya tempat ibadah di perkampungan yang bila semua menggunakan pengeras suara ke luar tak menaati SK Dirjen Bimas Islam Kemenag RI menyebabkan ketidaknyamanan publik.

(as)