Bom Waktu Kashmir

Sebuah frasa kata untuk menggambarkan sesuatu atau perkara yang pasti meledak pada waktu yang tak bisa ditentukan. Ledakan disini masih terlatu ambigu, tetapi konotasi yang dimaksud adalah ledakan secara mental , bukan ledakan yang tampak seperti yang biasa kita ketahui.

Pakistan, negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, adalah salah satu dari bekas jajahan Inggris pada ke 20-an. Pada saat negara itu menjajah, Pakistan, Kasmir, India, Bhutan, dan Bangladesh masih menjadi satu dibawah pemerintahan Inggris. Setelah bergulingnya revolusi nasionalis di negara – negara timur yang dimotori oleh HAM, Inggri sebagai negara penjajah tertekan dari berbagai penjuru. Semua pihak mulai dari PBB dan bangsa timur menuntut Inggris untuk memberikan kemerdekaan bagi negara jajahannya. Inggris sebagai negara adidaya berfikir seribu kali untuk melepas kolonialnya karena memang daerah colonial memberikan devisa yang cukup banyak sebagai modal memperkuat negara. Dengan sedikit dibumbui oleh niatan iblis, meraka akan memberikan kebebasan penih terhadap negara koloninya, tetapi karena pada dasarnya mereka tak tela memberikannya , mereka memasang bom waktu yang bias meledak kapan saja.

Proses kemerdekaan berjalan lancar. Dengan sedikit beretorika seakan mereka adalah pembela HAM dan nasionalis, mereka mempunyai stetegi licik untuk meng”set” bom itu.

Negara jajahannya mereka pecah menjadi beberapa negara menurut agama yang dianut penduduknya. Sebagai contoh India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Pakistan dan Bangladesh yang mayoritas pendududkanya beragama Islam. Tak hanya itu mereka juga menjadikan daerah Khasmir menjadi “Tanah tak bertuan” dengan meninggalkannya tanpa memberi kepastian batas wilayah.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Kashmir deperebutkan oleh 3 negara yang tak mengakui kedaulatan Kashmir satu sama lain. Perang berkepanjangan pun terjadi dengan sangat berdarah antara India dan Pakistan. Didasari oleh perbedaan ideologi dan hasrat ingin menguasai Kashmir mereka rela bertempur habis-habisan . Saat ini sudah tercatat 4 perang sengketa yang melibatkan kedua negara tersebut.

 

 

 

(NG)

Add Comment