Santri Bermain PUBG?

Benda-M2Net-Hari demi hari silih berganti mengisi penuh kehidupan ini. Baru-baru ini terbesit kabar bahwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) mulai mengkaji ulang tentang PUBG (PLAYERUNKNOWN’S BATTLEGROUNDS),Game Online yang sekarang sedang buming saat ini.

Bukan tanpa dasar apa-apa, MUI selaku badan yang mengawasi tentang pelarangan dan pembolehan sesuatu dalam prespektif islam mengkaji ulang game ini didasari oleh kasus penembakan sadis di Selandia Baru beberapa waktu yang lalu.

Pelaku pembantaian yang dengan teganya membunuh sekitar 49 jamaah itu ditengarai terinspirasi oleh game online. Dan game online yang sedang marak-maraknya dimainkan adalah PUBG itu sendiri. Oleh karena itu MUI sebagai badan yang bertanggung jawab mulai mencari benang merah dalam kasus ini.

Penolakan, dukungan, bahkan cacian itu hal yang biasa dalam penetapan hukum baru. Tetapi menurut prespektif kita sebagai santri, bagaimana menyikapinya?

Mudah saja kita termakan oleh banyak omongan negative tentang perihan MUI, tetapi kita dengan cara pandang yang berbada, apakah harus setuju dengan omonngan itu?.

Jawabannya adalah kita harus bisa memandangnya secara objektif, itu poin penting yang harus kalian miliki.

MUI sebagai badan yang paling bertanggung jawab dalam urusan ini risau dan prihatin dengan kejadian beberapa waktu lalu yang menimpa Selandia Baru. Oleh karena itu mereka mulai mengkaji ulang tentang pengharaman bermain PUBG. MUI tidak akan mengeluarkan pernyataan dengan dasar yang lemah bahkan tak berargumen. Mereka bukan sembarang badan yang ditugasi negara.

Dan kita sebagai umat yang taat sudah menjadi fitrahnya seharusnya kita sejalur dengan apa yang akan diputuskan oleh MUI. Terlepas dari banyak game online yang mirip dengan PUBG, kita harus bisa melihat sisi positif dari perkara ini.

 

 

 

(NG)

Add Comment