Tidak puas dengan layanan Pustaka Net yang ada di dalam pondok, santri putra beralih mencari warnet di luar. Seperti yang terjadi Jumat kemarin (5/3), usai jamaah jumat mereka berpacu menuju warnet dekat masjid Jami' Al Hikmah. Mereka berebut guna mendapatkan tempat antrian terdepan, mengingat jumlah PC nya yang hanya 10. Hasilnya, warnet menjadi penuh kerumunan santri.
Meski kerumunan itu sangat mencolok, tak satupun pengurus melakukan tindakan menghalangi mereka. Bahkan salah satu pengurus yang cukup disegani hanya berlalu begitu saja. Padahal sikap santri selepas sholat jumat pergi ke warnet hingga sore bisa menjadi masalah, apalagi jam keluar pondok untuk siang dibatasi hanya sampai pukul dua.
Agaknya pengurus kali ini bisa memahami mengingat hanya hari Jumat mereka bisa keluar sehingga tampak cuek dengan peraturan yang ada.
Seperti diketahui, beberapa bulan belakangan Pesantren Al Hikmah 2 telah memperketat peraturan pondok. Mulai dari batas wilayah, pengajian, waktu keluar lingkungan pondok, kos makan, perizinan pulang, hingga peraturan menggunakan internet. (ginas)
foto :ilustrasi